1. Install Windows 7 Gagal,
A Required CD/DVD Drive Device Driver Is Missing ditandai dengan munculnya pesan yang bahasa alien tadi hahaha. Sebenarnya masalah ini ada juga pada windows sebelumnya, baik XP maupun Vista. Beberapa visitor mengalami masalah Install Windows 7 Gagal mencoba merequest artikel tentang masalah ini dan inilah jawaban saya.
A Required CD/DVD Drive Device Driver Is Missing, itulah pesannya ketika terjadi kegagalan tadi. Masalah ini biasanya terjadi tepat setelah menekan tombol “Install Now”. Hal yang sama juga sering terjadi ketika downgrade dari windows 7 ke windows xp.
Inilah langkah-langkah perbaikan Install Windows 7 Gagal diatas.
Jalan pertama;
  1. Langkah pertama adalah harus masuk BIOS dulu. Hal ini dilakukan dengan menekan tombol tertentu berulang-ulang segera ketika komputer Anda mulai dihidupkan (atau tepatnya setelah restart). Untuk banyak komputer, kuncinya adalah F8, tetapi mungkin juga F1, F2, F10, dan tombol Delete (del) atau tombol Escape (ESC). Sesuaikan dengan buku panduan motherboard komputer Anda atau coba kunci yang berbeda sampai Anda menemukan yang tepat.
  2. Cari layar atau pilihan untuk mengubah urutan boot. Ikuti petunjuk untuk mengubah urutan boot. Ini kadang-kadang dilakukan dengan menggunakan tombol +(plus) atau –(minus).
  3. Ubah urutan boot BIOS dan atur urutan drive (DVD) optik sebagai perangkat boot pertama di BIOS. Setelah itu lanjutkan kembali instalasi.
Jalan kedua;
Pilihan lain adalah Update ITE ATA driver  yang Gagal di atas dan coba booting kembali ke Windows 7. Jalankan Launch Windows Update dan instal update driver ATA ITE sebelum mencoba upgrade sistem operasi. Upgrade advisor mungkin tidak dapat menemukan driver ini.
Jalan ketiga;
Pilihan pamungkas adalah ubah driver dari SATA ke AHCI. Ikuti petunjuk tersebut ketika booting ke BIOS komputer Anda, kemudian periksa HDD Anda atau pengaturan storage Anda. Matikan SATA, alihkan ke AHCI, dan reboot normal, kemudian coba kembali proses instalasi Windows 7.
Demikian panduan singkat ini.


2. Memperbaiki That MSI Installer Bug Dan Menjadikan Aplikasi Berjalan Lagi
Apakah anda tidak bisa program-program pada Windows 7 anda? Anda mungkin seorang korban dari MSI Installer Bug ini, yang mana anda benar-benar bisa memperbaiki sendiri, sekarang juga tanpa menunggu dari sebuah Microsoft patch.
Ini yang anda lakukan :
1. Buka Command Prompt as Administrator
2. Ketik reg delete HKLM\SOFTWARE\Microsoft\SQMClient\Windows\DisabledSessions /va /f dan tekan enter.
Lalu. Untuk membuka command prompt as an admin, anda akan diharuskan mengatur slide User Account Control ke setelan “The Lowest Setting” atau (Never notify), kemudian reboot atau restart.
Setelah itu, aplikasi MSI anda harus di install secara normal.



3. Windows Desktop Blank pada Startup?
Jika suatu kondisi membuat Windows desktop kita mengalami blank alias layar hitam, coba jalankan Task Manager melalui kombinasi tombol Ctrl + Alt + Delete. Jika Task Manager masih berfungsi, Anda bisa menjalankan aplikasi tertentu melalui tombol New Task pada Tab Application.
1
Dari sana Anda bisa menjalankan Command Prompt dengan mengetik cmd  untuk melakukan System File Checker atau membuka Windows explorer dengan mengetik explorer.exe untuk sekedar melakukan back up data penting sebagai tindakan pencegahan dampak kerusakan lebih lanjut.
4. Windows Tidak Mau Booting?
Ketika Windows pun enggan untuk melakukan booting tentu Anda tidak bisa memasuki sistem untuk melakukan diagnosa atau perbaikan. Tapi Anda bisa mencoba untuk menggunakan menu Safe Mode yang disediakan untuk Windows. Jadi, pada saat komputer dihidupkan cepat tekan F8 berulang-ulang sampai muncul menu Safe Mode. Setelah itu pilih bagian Last Known Good Configuration. Dengan begitu, Windows akan memulai pada konfigurasi terakhir yang dianggap paling bagus. Setelah berhasil masuk sistem, lakukan pengecekan lagi.
5. Repair Windows atau Install Ulang Windows.
Ketika berbagai cara untuk memeriksa dan memperbaiki kerusakan telah Anda coba dan hasilnya tetap nihil. Install ulang adalah cara yang paling mudah karena Anda memiliki sebuah sistem baru yang jelas bebas dari masalah membingungkan. Tapi, sebelum memutuskan install ulang coba gunakan fasilitas Repair Windows yang ada pada Windows Installer karena siapa tahu masih bisa diperbaiki daripada harus install ulang.
1
Jika tetap tidak bisa diperbaiki, maka install ulang bisa menjadi alternatif pilihan.
Sebenarnya banyak jenis troubleshooting lain yang bisa dilakukan. Manfaatkan sumber lain seperti forum, internet, atau bahkan utak-atik sendiri untuk mendapatkan pengalaman.

6. Mengatasi masalah Blue Screen
1
Blue screen atau layar biru adalah salah satu kerusakan pada sistem operasi windows, blue screen dapat di sebabkan oleh banyak kasus. Blue screen terkadang sangat menjengkelkan dan sulit untuk diatasi, apakah kalian menganggap bluescreen terjadi karna kesalahan OS yang kalian pakai ?? tidak seperti itu kenyataannya.
Blue screen dapat di sebabkan faktor komponen komputer atau laptop terjadi kerusakan, hal ini tentu sangat membuat kita repot untuk mencaritau dimana letak kesalahan yang menyebabkan bluescreen itu. sebelum menjelaskan bagaimana cara mengatasi bluescreen ada baiknya jika kita mengetahui pesan-pesan error apa saja yang dapat dimunculkan setelah terjadinya bluescreen serta memahami isi dari pesan tersebut .
Munculnya perintah “IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL (0X0000000A)” , perintah ini sangat sering terjadi pada saat bluescreen muncul, perintah ini menandakan bahwa terjadinya kerusakan Pada
  • Driver yang bentrok atau tidak cocok
  • Permasalahan pada Video Card, VGA terganggu karna penggunaan yang berlebihan terhadap program-program yang tidak seharusnya di instal pada komputer anda.
  • Permasalahan pada Audio Card, meliputi kesalahan konfigurasi atau bug dalam driver sound card
Munculnya Perintah “NTFS_FILE_SYSTEM atau FAT_FILE_SYSTEM (0X00000024) ” atau “NTFS_FILE_SYSTEM atau FAT_FILE_SYSTEM (0X00000023)” Perintah ini dapat dipastikan secara pasti, tetapi kemungkinan besar peringatan ini di sebabkan oleh  partisi atau kesalahan pemasangan harddisk anda, cobalah cek dengan cara memeriksa pemasangan kabel SATA harddisk anda.
Munculnya Perintah “UNEXPECTED_KERNEL_MODE_TRAP (0X0000007F)” , Perintah ini dapat muncul dikarnakan oleh
  • RAM yang kotor
  • Komponen komputer yang terlalu panas karna pemakaian yang berlebihan
  • Overclock Hardware yang berlebihan
Munculnya perintah “VIDEO_DRIVER_INIT_FAILURE” , Perintah ini muncul karna Kesalahan penginstalan Driver VGA ataupun terjadinya kesalahan pada penginstalan Driver-driver lainnya.
Munculnya perintah “PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA” Perintah ini memberitau kita bahwa kesalahan terjadi pada hardware. hardware mengalami kerusakan terutama pada RAM, Harddisk, VGA, dan mainboard.

Itulah pesan-pesan error yang mungkin dapat muncul setelah anda mengalami bluescreen, di sini saya akan menjelaskan bagaimana mengatasi jika anda terlanjur mengalami bluescreen. Dari pengalaman saya sendiri, Bluescreen dapat di atasi dengan cara :
Pertama, Lakukan pembersihan terhadap harddisk dengan membuang file-file yang tidak berguna, bersihkan semua sampah-sampah yang menumpuk pada recycle anda. pengecekan, defragmen wajib anda lakukan, pengecekan dan defrag dapat anda gunakan software utilityes yang sudah tersedia di dalam windows anda, jika anda memakai windows 7 maka pergi ke all program yang ada di menu start, kemudian pilih accesories, kemudian pilih system tools, jika pembersihan file pilihlah “DISK CLEANUP” dan jika ingin defrag, gunakan “DISK DEFRAGMENTER”. anda dapat menggunakan software dari anda sendiri misalnya tuneUP, CCcleaner, dan lain-lain.
Kedua, jika telah di pastikan anda membersihkan sampah-sampah dan mengecek hardisk anda, maka langkah ke dua ialah, Uninstal program-program yang tidak berguna. Biasakan jangan menginstal program dengan fungsi ganda, maksudnya anda menginstal 2 atau 3 program yang mempunyai fungsi yang sama.
jika ingin update terbaru dari program itu, maka uninstal terlebih dahulu program yang lama.
Ketiga, jika anda mampu untuk membongkar komputer atau laptop, maka anda bongkar dan lepas RAM dan bersihkan dengan penghapus, gosokkan penghapus pada kaki-kaki RAM yang berwarna keemasan. gosok secara searah . serta bersihkan slot RAM dengan kuas dan bersihkan juga bagian-bagian komponen yang lainnya seperti mainboard, VGA, dan harddisk.
Keempat, Gunakan software ANTI CRASH, program ini saya rasakan sangat berguna dalam menanggulangi bluescreen, software ini akan memberitau jika terjadi crash pada program yang anda gunakan.
Kelima, Sebagai penanggulangan bluescreen, pada saat komputer atau laptop dalam kondisi baik atau dalam kondisi maksimal, maka buatlah sistem restore point, sistem restore ini di gunakan dalam waktu terdesak bila sistem oprasi anda rusak dan tidak bisa di perbaiki sama sekali. sistem ini dapat mengembalikan komputer pada waktu semula anda membuat system restore tersebut.
Keenam, Jika anda telah melakukan cara yang ketiga, tetapi tidak berhasil juga, terpaksa anda harus menginstal ulang komputer anda. jika hardware anda tidak bermasalah, maka dapat di pastikan bahwa Operating sistem andalah yang rusak atau corrup.
Demikian cara mengatasi masalah bluescreen pada komputer, cepatlah memperbaiki kerusakan tersebut jika anda tidak ingin terjadi kerusakan yang lebih parah, semoga cara ini dapat membantu anda dan dapaat bermanfaat.



7.Windows 7 Menjadi Lamban
Banyak hal yang menyebabkan sistem operasi menjadi lambat, bisa dikarenakan oleh virus, program start-up yang berlebihan, memori RAM yang pas-pasan dsb. Bila anda mulai merasa Windows 7 anda mulai menurun kinerjanya, cobalah untuk membersihkan sampah-sampah registry dengan Ccleaner, RegistryEasy, defrag harddisk dsb atau dengan meminimalisasikan tampilah visual effect yang memakan cukup banyak resource memory. Langkah-langkahnya adalah:
Klik ikon Start Menu. lalu ketikkan View Advanced System Setting pada kotak pencarian. Lalu Enter
1
Kemudian klik bagian Tab Performance dan Settings
Setelah itu non-aktifkan semua pilihan visual effects. kemudian Apply dan Ok.
8. DVD Drive Tak Terbaca
Pernahkah anda mengalami dimana Drive CD/DVD ROM anda tidak terbaca di Windows Explorer? Bila anda mengalami kejadian tersebut anda dapat mencoba hal berikut:
a. Klik Ikon Start Menu kemudian ketikkan regedit pada kotak pencarian. Lalu Enter
b. Lalu klik folder-folder berikut: HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Class
c. Perhatikan tulisan UpperFilters dan LowerFilters. Delete keduanya kemudian Restart Windows 7 anda.

9. Aero Effects Tak Berfungsi
Apabila Windows Aero anda tidak berfungsi cobalah apakah hardware anda dapat menjalankan fitur ini. Apabila  berjalan, namun tetap tak dapat menjalankan Windows Aero, cobalah untuk mengatasinya dengan cara:
a. Klik Ikon Start Menu lalu ketikkan regedit pada kotak pencarian. Kemudian Enter
b. Klik folder-folder berikut: HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\DWM
c. Pada bagian kanan layar temukan tulisan EnableAeroPeek. Klik 2x dan isikan nilainya menjadi 1
1
10. Software Lama Yang Tidak Berjalan
Bila anda memiliki Program / Software lama yang tak dapat dijalankan pada Windows 7 anda dapat mencoba mengujinya dengan bantuan fitur Compability Mode dengan cara klik kanan pada Program lama tersebut > pilih Properties.
Kemudian centang pada bagian Run this program in compatibility mode for
Lalu pilihlah jenis OS yang pernah anda gunakan dan dapat menjalankan program tersebut misalkan Windows XP, maka pilihlah Windows XP
1
11. Ikon Shortcut yang rusak/salah pada windows 7
Mengatasi Ikon Shortcut yang rusak/salah pada windows 7 (IconChache.db) – Masalah ikon folder shortcut yang tidak benar/rusak pada windows termasuk shortcut start menu maupun desktop akan membuat pengguna merasa tidak nyaman melihatnya/bahkan resah digunakan bagi pengguna yang belum tau sebab program shortcut tidak berjalan semestinya. Sebuah ikon shortcut tidak ditampilkan dengan benar karena sumber shortcut telah dipindahkan atau dihapus dan ini sering terjadi pada windows 7
Kasus pertama yaitu masih biasa bahwasannya shortcut berubah menjadi putih atau tidak sesuai dengan program aplikasi yang dimaksud, meski ikon shortcut yang rusak masih berjalan normal jika kita menjalankan aplikasinya melalui shortcut tersebut namun tetap saja tidak sedap dipandang oleh mata,
Kasus kedua yaitu jika sobat mengklik shortcut salah satu program/aplikasi tidak berjalan sempurna (open with shortcut yang sama semua) atau misalkan kita mau membuka shortcut mozila firefox pada desktop malah yang muncul aplikasi lain seperti microsoftword, notepad atau internet explorer atau windows media player dll. lebih parah lagi biasanya semua file shortcut gambarnya berubah semua menjadi aplikasi yang lain seperti  berubah semua menjadi microsoftword, notepad semua atau internet explorer semua atau windows media player semua dll.
Contoh gambar ikon rusak seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini :
1
  1. Langkah Awal (untuk seperti kasus pertama/biasa yang telah saya sebutkan diatas) ganti ikon shorcut tersebut langsung dari file (.exe), yaitu klik kanan ikon yang rusak – properties – change icon – pilih browse – c : program file – ikon aplikasi yang rusak (.exe).
  2. Download registry Link shortcut default.reg (klik download) jalankan registry tersebut – Run – yes-yes-ok.  (untuk seperti kasus kedua/cukup parah yang telah saya sebutkan diatas)
  3. Biasanya cara diatas sudah bisa mengatasi masalah tersebut namun, jika tidak berjalan sesuai keinginan karena sobat sudah mencoba mengganti change icon dan registry Lnk shortcut default.reg seperti langkah diatas namun ikon yang tampil masih saja rusak/salah, seperti aplikasi yang sudah saya berikan screenshootnya dibawah ini, setelah saya menggantinya namun tetap saja rusak, maka silahkan sobat lakukan cara dibawah ini:
1
Setelah melakukan cara diatas dan belum berhasil langkah selanjutnya yaitu sobat mungkin perlu untuk membangun/menyetel ulang kembali cache ikon (IconCache.db) untuk me-reset kembali gambar ikon ke dalam cache ikon. IconChache.db secara singkatnya adalah file yang menyimpan direktori berbagai ikon dikomputer sobat. untuk melihat IconCache.db lakukan cara berikut ini :
  • Klik organize pada explorer – folder and search options – pilih tab view – di hidden file and folders pilih show hidden and folders.
1
  • Temukan IconCache.db pada : C:\Users\User-Name\AppData\Local\IconCache.db
Membangun/menyusun kembali chace ikon yang rusak (IconChache.db) caranya yaitu :
  1. Download Rebuild Icon Cache.bat
  2. Simpan file ke desktop  Sobat , dan menjalankannya.
  3. Klik Run saat diminta, nanti akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini
  4. Tekan tombol keyboard terserah, pertama akan muncul gambar seperti dibawah ini
  5. Tekan lagi tombol keyboard terserah, nanti akan muncul keterangan yang kedua,
  6. Langkah terakhir, nanti muncul pilih (Y/N) seperti gambar diatas pilih Y yaitu dengan menekan tombol Y pada keyboard, dan klik enter,  kemudian komputer/laptop akan merestart. Biarkan komputer merestart untuk menyelesaikan IconChache.db yang telah disetel ulang/baru. selesai.

12. Mengatasi Windows 7 Tidak Bisa Shut Down

Windows 7 Tidak Bisa Shut Down? Beberapa pengguna mengalami masalah Windows 7 tidak bisa shutdown atau Windows 7 hang ketika shutdown, baik dengan atau tanpa pesan kesalahan. Ini pertanyaan tidak mudah dijawab, karena penyebabnya juga sangat beragam. Beberapa berhasil mengatasi dengan cara yang satu dan yang lain berhasil dengan tips yang lain pula.

Di bawah ini saya akan mengulas sedikit mengapa komputer tidak bisa shutdown dalam berbagai kasus. Namun satu yang saya garis bawahi bahwa jika komputer tidak bisa shutdown harus dipisahkan dari Blue Screen Of Death. Sebab jika komputer anda tidak bisa dimatikan karena BSOD, maka penanganannya akan berbeda.
Kasus tidak bisa shutdown ini sudah warisan dari Windows 2000, XP dan sampai pada Windows 7 juga. Dari sekian banyak penyebab windows tidak bisa shutdown, saya simpulkan penyebabnya seperti dibawah ini;
  1. Karena masih ada program yang berjalan di belakang layar (misalnya antivirus)
  2. Masalah update/upgrade windows 7 yang tidak sempurnah
  3. Masalah driver perangkat
  4.  File windows corupt
  5. masalah hardware
  6. menginstall perangkat lunak pihak ketiga
Untuk memastikan yang mana penyebabnya juga bukan pekerjaan mudah. Dalam banyak kasus, tidak ada pesan apa-apa tetapi yang nyata adalah windows mogok shutdown. Hanya user yang bisa menduga-duga misalnya ketika selesai update driver dan ini terjadi maka berarti kemungkinan penyebabnya adalah driver. Di bawah ini saya berika beberapa pilihan untuk mengatasi hal tersebut.
Catatan :
  1. Harap dicatat bahwa jika langkah satu berhasil jangan lagi lanjutkan ke langkah dua dan seterusnya.
  2. Jika langkah satu anda terapkan dan tidak berhasil maka silahkan kembalikan perubahan yang anda buat.
SOLUSI # 1
  1. Tekan tombol [Start]  dan lakukan seperti yang biasanya Anda lakukan untuk mematikan komputer, dan ketika itu tidak merespon Anda perlu menekan tombol CTRL + ALT + DEL, kemudian masuk ke Task Manager.
  2. Di dalam jendela Task Manager akan melihat semua proses yang berjalan. Jika tidak, klik tab [Processes] untuk menampilkannya.
  3. Setelah Anda berada di area Proses, lihat setiap proses yang masih menunjukkan aktivitas. Klik setidaknya 2-4 proses yang sedang berjalan dan klik [End Process]. Setelah Anda telah mengakhiri setidaknya 2-4 proses tadi, kembali ke tombol start dan coba untuk log off lagi. Biarkan Task Manager tetap berjalan agar anda bisa langsung lanjutkan jika tidak berhasil.
  4. Jika komputer Anda masih tidak log off atau tidak mau restart, ulangi langkah no # 3. Kali ini, hentikan beberapa proses yang menunjukkan tidak ada aktifitas di dalamnya. Setidaknya 3  proses lagi. Lalu tes lagi. Semoga berhasil.
PENTING!!! : Ada beberapa proses yang tidak boleh anda hentikan dan jangan main-main dengan proses ini. Mereka tidak akan membahayakan komputer Anda sama sekali, tetapi Anda akan membuat prosedur lebih sulit pada diri sendiri. Proses-proses yang tidak boleh anda hentikan adalah:
  • System Idle Process  Jika Anda membunuh satu ini, Anda mungkin juga menekan tombol ini akan membuat semua proses berhenti. Jadi anda harus mereset kembali.
  • explorer.exe  Ini akan menutup taskbar di bagian bawah komputer Anda dan jika anda tutup, Anda akan punya tombol sama sekali.
  • Sebaiknya juga jangan menghentikan taskmgr.exe
Ingat, berhati-hati untuk TIDAK mematikan komputer Anda dengan menekan tombol power Anda.
SOLUSI # 2
  1. Masuk pergi msconfig, tekan [Start] lalu ketik msconfig dan kemudian [Enter]
  2. Dari jendela [System Configuration] cobalah  pilih tab [Start Up] dan nonaktifkan layanan yang tidak penting pada boot berikutnya. Lihat gambar dibawah lalu coba restart!
SOLUSI # 3
Pada windows 7 yang menggunakan theme Aero, masalah ini juga pernah terjadi dan diatasi dengan me-nonaktifka windows Aero dan mengganti dengan Classic.
SOLUSI # 4
Periksa driver kartu grafis melalui [Device Manager] dan lihat apakah kartu grafis normal dan tidak ada tanda bahaya (tanda seru “!” berwarna kuning).  Jika ada masalah cobalah  unistall dan insatlling lagi.
SOLUSI # 5
Saya pernah menemukan pada PC Desktop yaitu pengaturan pada BIOS yang tidak diterima oleh komputer. Setelah setting ke [Default] masalah teratasi.
SOLUSI # 6
Jika anda ingat beberapa saat sebelumnya anda menginstall salah satu software dan setelah itu masalah ini mulai terjadi coba uninstall perangkat lunak ataukah driver tersebut kemudian restart. Untuk melakukan ini, klik tombol Start kemudian arahkan ke [Control Panel]-> [System]-> [Device Manager]. Klik kanan perangkat yang anda install drivernya dan pilih [Uninstall] dan setelah itu kemudian restart komputer.
SOLUSI # 7
Jika beberapa tips di atas tidak jalan, maka saatnya kini untuk siap-siap Install Repair. Jika Install Repair juga tidak bekerja berarti Install Total

13. Windows 7 tidak bisa booting setelah install windows loader

Resiko melakukan crack aktivasi windows 7 dengan windows loader adalah sistem windows 7 tidak bisa booting/hang/blank dan sebagainya pada beberapa komputer atau laptop tertentu,
So untuk mengatasi windows 7 gagal booting setelah install windows loader , ikuti cara berikut:
  • Boot komputermu dari cd installasi windows 7.
  • Pilih opsi “Repair your computer”.
  • Pilih opsi “Command Prompt”.
  • Ketikan “bootsect.exe /nt60 c:” (tanpa tanda petik).
  • Lakukan restart.
Jika masih tidak berhasil coba ganti command prompt nya sebagai berikut :

  • bootsect.exe /nt60 all
Alternatif lain bisa dengan menekan tombol Esc atau R sebelum proses boot dan pilih “Windows Without Loader”
Jika masih belum berhasil, mungkin ada kerusakan pada hardware atau cara terakhir ya instal ulang aja laptop anda pasti sukses dan jangan lupa gunakan aktivator yang lain yang lebih sesuai dengan laptop yang anda gunakan.


14. Cara Mengatasi Layar Hitam Pada Windows 7

Jika Layar Anda menjadi Hitam dan Muncul Tulisan “Windows7 Build 7600 This copy of Windows is not genuine“, atau semacamnya karena Tanpa Sengaja Anda Up date. Maka ada RemoveWAT yang dapat mengatasi masalah tersebut.. Dan Anda Tidak Perlu menginstal Ulang Windows 7 anda
Cara menggunakan:
  1. Extact File dan masukan Pasword
  2. Tutup semua antivirus dan firewall, dan kemudian jalankan program sebagai administrator (Koneksi internet tidak perlu dimatikan)
  3. Klik “Remove WAT” dan tunggu sampai muncul pesan berhasilnya prosedur.
  4. Komputer akan restart secara otomatis.
  5. Jika pada desktop tidak ada lagi tulisan “Windows Is Not Genuine”, berarti proses berhasil.

15. Mengatasi kerusakan BOOTMGR pada Windows 7

Munculnya pesan BOOTMGR is Missing pada Windows 7 biasanya disebabkan karena rusaknya boot manager pada windows 7 atau disebabkan karena proses shutdown tidak dilakukan dengan prosedur benar. Masalah ini mirip seperti munculnya pesan NTLDR is missing atau NTDETECT.COM not found pada windows XP.

  1. Boot dari DVD install WINDOWS 7 DVD
  2. Pilih Repair computer
  3. Pilih Cancel. Dimaksudkan agar proses repair lebih cepat,keluar dari repair wizard
  4. Kemudian akan ditampilkan layar Command Prompt, System Restore, Memory diagnostics, dll
  5. Pilih Command Prompt
  6. Ketikkan alamat DVD DRIVE anda pada command prompt
  7. Lalu tekan ENTER
  8. Kemudian ketikkan copy bootmgr c: ,jika anda menginstall windows 7 nya pada drive C,
  9. Lalu tekan ENTER
  10. Ketik exit dan tekan ENTER
  11. Reboot computer
  12. Pilih Start Windows Normally

16. Cara Memperbaiki File System Error Pada Windows
Mungkin Windows 7 anda mengalami kerusakan pada file sistem atau filesystem error. Biasanya diawali dengan Keluar Tampilan tanda-tanda informasi yang mendadak dan meminta anda menyimpan pekerjaan selanjutnya windows akan reboot secara otomatis. Hal ini biasanya terjadi karena anda Baru mengupdate Windows dan windows blum bisa Membaca semua updatean dengan lengkap. dibawah ini akan saya Bagikan Cara agar Windows anda kembali normal.
Mungkin Windows 7 anda mengalami kerusakan pada file sistem atau filesystem error. Biasanya diawali dengan Keluar Tampilan tanda-tanda informasi yang mendadak dan meminta anda menyimpan pekerjaan selanjutnya windows akan reboot secara otomatis. Hal ini biasanya terjadi karena anda Baru mengupdate Windows dan windows blum bisa Membaca semua updatean dengan lengkap. dibawah ini akan saya Bagikan Cara agar Windows anda kembali normal.
Langkah Pertama : Buka Commannd Prompt Dengan Run as administrator.
Langkah Kedua : Jalankan Printah sfc /scannow pada Command Prompt Windows akan Memperbaiki System yang error dengan otomatis, tunggu aja sampe verification nya selesai
Langkah ketiga : File System Error Windows anda udah di perbaiki…

 17. Mengatasi Masalah Windows 7 MBR
Master Boot Record (MBR) adalah bagian dari hard disk yang kira-kira berukuran 512 byte dan terletak pada sektor pertama hard disk. MBR terdiri dari dua bagian utama, yaitu boot code(446 byte) dan partition table (66 byte). Saat perintah lilo, grub-install, atau fdisk /mbr pada DOS dijalankan, semua informasi ditulis pada pada bagian boot code. Adapun bagian partition table digunakan untuk menyimpan ber-bagai informasi yang diperoleh saat perintah partisi cfdisk dijalankan.
Master Boot record dapat rusak atau terganggu karna banyak faktor. Salah satu masalah yang dapat menyebabkan kerusakan ini ialah menggunakan dual System oprasi dalam satu harddisk. Hal lainnya ialah penginstalan Skins pack pada windows 7 yang dapat mengganggu MBR dari system oprasi itu sendiri.
cara reparasinya ikuti langkah2 berikut  1.  Include DVD Windows 7 anda
2.  Next step

3. Klik pada tombol “Use recovery tools”
4. Lalu pilih “Command Prompt”



5. Ketika dibuka, command prompt akan tampil seperti ini:
6.   Kemudian Kettikan perintah berikut pada Command Prompt anda
Type: diskpart
and press Enter

Type: select disk 0 (zero)
and press Enter

type: list volume
and press Enter
Dan akan terlihat seperti ini



7. Kemudian Pilih DVD drive anda sebagai DVD Recovery tadi
Type: exit
and press Enter

to close Diskpart

Type: G: (use the letter of your DVD drive)
and press Enter

Type: cd boot
and press Enter

Type: dir
and press Enter

 
8. Kemudian restore bootsectore codenya
TYPE: bootsect /nt60 SYS /mbr
and press Enter

 
9. Dan jika selesai
Type: exit
and press Enter
10 . Restart

11. Kemudian restart computer anda ke dalam windows.
 


Daftar Pustaka
1. agussale.com
2. gizmodo.com
3. Bisa Komputer.com
4. penggunacerdas.blogspot.com
5. ilmukomputer.com
6. kris-smile.blogspot.com
7. fajfolder.blogspot.com

8. program3satu.blogspot.com

9. shareilmugratis.blogspot.com

10. http://mangulpost.blogspot.com

11. antimus.student.esaunggul.ac.id

12. http://www.sevenforums.com/tutorials/20864-mbr-restore-windows-7-master-boot-record.html

13. http://id.wikipedia.org/wiki/Windows_7

Troubelshooting Confing Device Manager





Troubleshooting
Config Device Manager


Device Manager
Device manager adalah sebuah aplikasi program yang bertugas dalam ruang lingkup sistem komputer untuk melihat dan mengontrol perangkat keras yang melekat pada komputer.
Bila bagian dari perangkat keras tidak berfungsi, perangkat keras menyinggung disorot bagi pengguna untuk menangani masalahnya. Daftar hardware dapat diurutkan berdasarkan berbagai kriteria.
Device Manager dapat digunakan untuk mengubah pilihan konfigurasi hardware, mengelola driver, menonaktifkan dan memungkinkan perangkat keras, mengidentifikasi konflik antara perangkat keras, dan banyak lagi.
Pikirkan Device Manager sebagai daftar induk dari perangkat keras bahwa Windows mengerti. Semua perangkat keras pada komputer Anda dapat dikonfigurasi dari utilitas ini terpusat.
Untuk setiap perangkat, pengguna dapat:
*Pasokan perangkat driver untuk hardware
*Mengaktifkan atau menonaktifkan perangkat
*Memberitahu Windows untuk mengabaikan perangkat rusak
*Melihat properti teknis lainnya
*Update Driver
*Instal ulang Driver
*Lihat Status Perangkat ini
*Gulung Kembali driver sebuah
*Aktifkan Device
*Disable Device
*Cari Nomor Versi sebuah Mengemudi
Cara membuka Aplikasi in banyak caranya, bisa dari Control panel, Command Prompt, dan Explore
1
Sebelum Awal
Sebagian besar masalah dapat diselesaikan dengan mengembalikan driver asli yang datang dengan komputer notebook. Jika komputer mengalami masalah dengan salah satu hardware asli yang datang di notebook, itu recommneded bahwa driver asli diinstal ulang.
Dokumen ini berlaku untuk Microsoft, Windows 95 98, Me, dan XP.
Daftar dokumen ini kode kesalahan dilaporkan dalam Device Manager dan memberikan resolusi yang dimungkinkan. Ini tidak mencantumkan kode kesalahan yang dihasilkan di tempat lain, seperti kesalahan perlindungan umum, operasi ilegal, kesalahan fatal exception, dan kode beep.
Device Manager merupakan antarmuka pengguna grafis di Windows yang menyimpan informasi tentang perangkat yang dipasang di komputer. Antarmuka ini memungkinkan membuat perubahan ke properti perangkat. Device Manager menyimpan informasi berikut:
  • Diinstal perangkat keras
  • IRQ port
  • Memori alokasi
  • Device driver
  • Apakah perangkat tersebut bekerja dengan benar
Cara melihat kode Device Manager kesalahan
Untuk melihat kode kesalahan dalam Device Manager, ikuti langkah berikut:
  1. Buka jendela System Properties.
  • Pada Windows XP, klik Start, kemudian klik kanan My Computer.
  • Pada Windows 95,, 98, dan Me, klik kanan ikon My Computer pada desktop.
  1. Klik Properties dari daftar yang muncul.
  2. Buka Device Manager.
  • Pada Windows XP, klik tab Hardware, dan kemudian tombol Device Manager.
  • Pada Windows 95, 98, dan Me, klik tab Device Manager.
  1. Klik dua kali jenis perangkat (misalnya, klik dua kali Keyboards) untuk melihat perangkat dalam kategori tersebut.
  2. Klik dua kali perangkat untuk melihat sifat-sifatnya. Jika kode kesalahan telah dihasilkan, kode muncul di kotak Status Perangkat pada tab General. Dalam beberapa kasus, akan ada tombol Solusi (Windows 98 saja).
Memahami tab Device Manager yang
  • Dalam Device Manager klik tanda plus (+) oleh perangkat, klik kanan perangkat tertentu, dan kemudian pilih Properties. Sebuah jendela properti akan muncul. Jendela properti memiliki tab General.
  • Perangkat mungkin memiliki tab lain selain tab General. Tidak semua jendela properti memiliki tab yang sama. Beberapa perangkat mungkin memiliki tab Sumber, tab Driver, dan tab Settings, atau beberapa kombinasi dari ini (lihat Gambar 1).


Gambar 1: Lokasi tab General untuk Adapter Tampilan di Windows XP
1
  • Pada bagian atas jendela Properties, ada deskripsi perangkat. Ketika mengklik tab Resource, jendela di tengah tab menunjukkan jenis sumber daya yang tersedia untuk perangkat yang dipilih (lihat Gambar 2).
Gambar 2: Sumber Daya tab jendela yang menunjukkan pengaturan sumber daya
1
  • Kotak gulir di bagian bawah berisi daftar perangkat yang bertentangan. Jika konflik terjadi, daftar ini akan menampilkan kode kesalahan.
  • Ketika Windows berhasil mendeteksi perangkat, Penggunaan Otomatis Pengaturan kotak centang dipilih. Perangkat harus berfungsi dengan benar.
  • Jika pengaturan sumber daya untuk perangkat didasarkan pada <n> Konfigurasi Dasar (di mana <n> adalah setiap nomor dari 0 sampai 9), adalah mungkin untuk mengubah konfigurasi dengan memilih pengaturan yang berbeda Sumber dari daftar.
  • Jika konfigurasi untuk perangkat tersebut tidak didasarkan pada Konfigurasi Dasar, klik tombol Ubah Pengaturan dan secara manual menyesuaikan nilai-nilai sumber daya. Sebagai contoh, untuk mengedit pengaturan Rentang input / output, menggunakan langkah-langkah:
  1. Klik Gunakan Pengaturan Otomatis kotak centang untuk menghapus itu.
  2. Klik Setting Ganti.
  3. Klik kisaran I / O yang sesuai untuk perangkat.
  4. Menyimpan pengaturan baru dan klik OK untuk keluar.
  5. Restart komputer untuk pengaturan baru yang akan diakui.
Kesalahan Pengelola simbol perangkat
Device Manager menggunakan simbol berikut untuk memberikan informasi tentang kondisi kesalahan tertentu dengan perangkat sistem tertentu:
Device Manager error simbol
Definisi

Menunjukkan perangkat dalam keadaan masalah. Perangkat dalam keadaan masalah dapat berfungsi. Sebuah kode masalah menjelaskan masalah ditampilkan untuk perangkat.

Menunjukkan perangkat cacat. Sebuah perangkat dinonaktifkan adalah perangkat yang secara fisik hadir dalam sistem, sumber daya mengkonsumsi, tetapi tidak memiliki pengandar mode dilindungi dimuat.

Pada sumber daya perangkat dalam sifat Komputer, menunjukkan bahwa Gunakan Pengaturan Otomatis tidak dipilih untuk perangkat dan bahwa itu dipilih secara manual. Ini tidak menunjukkan masalah atau keadaan perangkat cacat.

Hal ini menunjukkan bahwa driver (khusus perangkat) yang tepat tidak tersedia, dan bahwa driver yang kompatibel telah diinstal. Fitur ini baru diterapkan sehingga perangkat dapat digunakan, bahkan jika driver yang tepat tidak tersedia. Perhatikan bahwa ini hanya berlaku untuk Windows Millennium Edition (Me). Artikel Basis Pengetahuan Microsoft Q275012 Deskripsi Hijau (kuning) Question Mark di Device Manager menjelaskan masalah ini.
Kembali ke atas
Kesalahan rinci kode informasi
Dalam tabel di bawah ini, resolusi yang disarankan untuk beberapa kesalahan adalah untuk memperbarui driver. Untuk driver, patch BIOS, dan pembaruan perangkat lunak, gunakan driver HP dan software halaman download pencarian . Cari di Model HP Pavilion untuk mendapatkan daftar update yang tersedia.
Kode kesalahan Kesalahan deskripsi Disarankan resolusi
Kode 1: Kode ini berarti sistem tidak memiliki kesempatan untuk mengkonfigurasi perangkat. Untuk mengatasi masalah ini, ikuti petunjuk di kotak Status Perangkat. Selain itu, dimungkinkan untuk menyelesaikan masalah ini dengan menghapus perangkat di Device Manager, dan menjalankan Hardware Wizard Add New dari Control Panel.
Kode 2: Tergantung pada perangkat yang gagal, dua pesan yang berbeda dapat ditampilkan. Kode ini berarti bahwa perangkat loader (DevLoader) tidak memuat perangkat. Bila perangkat ini adalah Bus Akar DevLoader (misalnya, ISAPNP, PCI, atau BIOS), pesan berikut akan ditampilkan: “Windows tidak dapat memuat driver untuk perangkat ini karena komputer melaporkan jenis <jenis> dua bus (Kode. 2) “ Hubungi produsen komputer untuk mendapatkan update BIOS untuk komputer, di mana <jenis> adalah ISAPNP, PCI, BIOS, EISA, atau ACPI.
Kode 2: Bila perangkat tidak DevLoader bus akar, pesan berikut akan ditampilkan: “Perangkat <jenis> loader (s) untuk perangkat ini tidak dapat memuat driver perangkat (Kode 2).” Untuk memperbaiki ini, klik Update Driver. Untuk memperbarui driver perangkat mana <jenis> adalah DevLoader seperti FLOP, ESDI, SCSI, dan sebagainya. Selain solusi yang disarankan, coba hapus perangkat dari Device Manager dan menjalankan Hardware Wizard Add New dari Control Panel.
Kode 3: Kode ini berarti driver untuk perangkat ini buruk, sistem kehabisan memori. Sebagai alternatif, gunakan Device Manager untuk menghapus perangkat dan menjalankan Hardware Wizard Tambah Baru di Control Panel.
Kode 4: Kode ini berarti bahwa file. Inf untuk perangkat ini tidak benar atau registri mungkin rusak. Sebagai contoh, file. Inf menentukan bidang yang harus berupa teks, tetapi sebagai gantinya biner. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, gunakan Device Manager untuk menghapus perangkat dan menjalankan Hardware Wizard Tambah Baru di Control Panel. Jika ini kode kesalahan terus muncul, silakan hubungi produsen perangkat keras untuk file update inf..
Kode 5: Kode ini berarti ada kegagalan perangkat karena kurangnya seorang arbiter. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, update driver seperti yang disarankan, atau menggunakan Device Manager untuk menghapus perangkat dan kemudian menjalankan Hardware Wizard Tambah Baru di Control Panel.
Kode 6: Kode ini berarti ada konflik antara perangkat dan perangkat lain. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, lihat topik “Hardware Troubleshooting Konflik” di Windows Help, atau lihat Artikel Microsoft Knowledge Base Q133240: Konflik Perangkat Masalah dengan Device Manager .
Kode 7: Kode ini berarti bahwa tidak ada konfigurasi dapat dilakukan pada perangkat. Jika perangkat bekerja dengan benar, tidak perlu untuk melakukan langkah-langkah untuk memperbaiki kode. Jika perangkat tidak bekerja dengan benar, gunakan Device Manager untuk menghapus perangkat dan menjalankan Hardware Wizard Tambah Baru di Control Panel. Jika ini kode kesalahan terus muncul dan perangkat tidak berfungsi dengan baik, tanyakan kepada pabrik pembuat perangkat keras atau Perpustakaan Software Microsoft untuk update driver.
Kode kesalahan Kesalahan deskripsi Disarankan resolusi
Kode 8: Kode ini berarti loader perangkat (DevLoader) untuk perangkat tidak dapat ditemukan. Sebagai contoh, file. Inf untuk perangkat bisa merujuk ke file yang hilang atau tidak valid. Untuk sebagian besar kasus, resolusi adalah untuk menginstal ulang atau memperbarui driver. Sebagai alternatif, gunakan Device Manager untuk menghapus perangkat dan menjalankan Hardware Wizard Tambah Baru di Control Panel. Jika kode kesalahan terus muncul, hubungi produsen perangkat keras mengenai update driver.
Kode 8: Ketika DevLoader masalah adalah suatu sistem DevLoader Windows harus diinstal ulang karena driver ini dibangun ke dalam file Vmm32.vxd. CATATAN: Sebuah DevLoader sistem adalah salah satu yang merupakan bagian dari Vmm32.vxd, dan biasanya dimulai dengan tanda bintang (*).
Kode 8: Jika DevLoader adalah DevLoader sistem, teks berikut akan ditampilkan: Perangkat ini tidak bekerja dengan benar karena Windows tidak dapat memuat <name> file yang memuat driver untuk perangkat. Untuk memperbaiki masalah ini, jalankan Windows Setup lagi menggunakan Windows CD-ROM. mana <name> adalah DevLoader sistem yang tidak dapat ditemukan.
Kode 9: Kode ini berarti informasi dalam registri untuk perangkat ini tidak valid. Dimungkinkan untuk mengatasi kesalahan ini dengan menggunakan Device Manager untuk menghapus perangkat, dan menjalankan Hardware Wizard Tambah Baru di Control Panel. Jika kode kesalahan terus muncul, hubungi produsen perangkat keras untuk pengaturan registri yang tepat.
Kode 10: Kode ini berarti perangkat gagal untuk memulai (misalnya, hilang atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya). Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, pastikan perangkat terhubung ke komputer dengan benar. Sebagai contoh, pastikan semua kabel yang terpasang sepenuhnya dan bahwa semua kartu adapter yang dipasang ke slot mereka sepenuhnya. Ikuti tombol solusi yang disarankan dan memperbarui driver perangkat. Dimungkinkan untuk menghapus perangkat dan re-mendeteksi menggunakan Hardware Wizard Tambah Baru di Control Panel.
Kode 11: Kode ini berarti perangkat gagal. Untuk mengatasi kesalahan ini, jalankan utilitas Loncat driver otomatis dari alat Informasi Sistem. Jika masalah terus berlanjut, hubungi produsen perangkat keras untuk update driver.
Kode 12: Kode ini berarti salah satu arbiter sumber daya gagal. Hal ini dapat terjadi jika perangkat lunak dikonfigurasi dan saat ini tidak memiliki sumber daya. Jika sistem ini keluar dari sumber daya (misalnya, semua menyela sedang digunakan), atau jika perangkat meminta sumber daya dan sumber daya yang saat ini digunakan oleh perangkat lain, yang tidak akan melepaskan sumber daya. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, lihat topik “Hardware Troubleshooting Konflik” di Windows Help, atau lihat Artikel Microsoft Knowledge Base Q133240: Konflik Perangkat Masalah dengan Device Manager .
Kode 13: Kode ini berarti perangkat gagal karena masalah pada driver perangkat. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, gunakan Device Manager untuk menghapus perangkat dan menjalankan Hardware Wizard Tambah Baru di Control Panel.
Kesalahan Kode Kesalahan deskripsi Disarankan resolusi
Kode 14: Kode ini berarti perangkat memiliki masalah yang dapat diselesaikan dengan me-restart komputer. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, menutup Windows, matikan komputer, kemudian hidupkan kembali.
Kode 15: Kode ini berarti sumber daya perangkat yang bertentangan dengan sumber daya perangkat lain tersebut. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, lihat topik “Hardware Troubleshooting Konflik” di Windows Help, atau lihat Artikel Microsoft Knowledge Base Q133240: Konflik Perangkat Masalah dengan Device Manager .
Kode 16: Kode ini berarti perangkat ini tidak sepenuhnya terdeteksi. Bila perangkat tidak sepenuhnya terdeteksi, semua sumber daya yang tidak dapat direkam. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, klik tab Resources di properti perangkat secara manual memasukkan pengaturan.
Kode 17: Kode ini berarti hardware adalah perangkat multi-fungsi dan file. Inf untuk perangkat tersebut memberikan informasi valid tentang cara untuk membagi sumber daya perangkat ke perangkat anak. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, gunakan Device Manager untuk menghapus perangkat dan menjalankan Hardware Wizard Tambah Baru di Control Panel. Jika kode kesalahan terus muncul, silakan hubungi produsen hardware tentang file update inf..
Kode 18: Kode ini berarti bahwa kesalahan telah terjadi dan perangkat harus diinstal ulang. Untuk mengatasi masalah ini, ikuti solusi yang disarankan. Jika itu tidak berhasil, coba hapus perangkat dari Device Manager dan menjalankan Hardware Wizard Tambah Baru di Control Panel.
Kode 19: Kode ini berarti registri kembali hasil yang tidak diketahui. Untuk mengatasi masalah ini, ikuti solusi yang direkomendasikan, yang akan menjalankan Scanreg.exe. Jika hal ini tidak menyelesaikan masalah, jenis scanreg / restore dari command prompt (informasi lebih lanjut tentang Scanreg).
Akhirnya, menghapus perangkat dari Device Manager, dan re-mendeteksi menggunakan Hardware Wizard Tambah Baru di Control Panel.
Kode 20: Kode ini berarti VxD Loader (Vxdldr) kembali hasil yang tidak diketahui. Sebagai contoh, mungkin ada ketidakcocokan antara versi driver perangkat dan sistem operasi. Untuk mengatasi masalah ini, ikuti solusi yang disarankan. Jika itu tidak berhasil, coba hapus perangkat dari Device Manager dan menjalankan Hardware Wizard Add New di Control Panel.
Kode 21: Kode ini berarti perangkat memiliki masalah yang dapat diselesaikan dengan me-restart komputer. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, menutup Windows, matikan komputer, kemudian hidupkan kembali.
Kode kesalahan Kesalahan deskripsi Disarankan resolusi
Kode 22 Kode ini berarti perangkat dinonaktifkan. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, memungkinkan perangkat. Untuk melakukannya, ikuti langkah berikut: 1. Pada Windows XP, klik Start, kemudian klik kanan My Computer. Pada Windows 95,, 98, dan Me, klik kanan ikon My Computer pada desktop.
2. Pilih Properties.
3. Pada Windows XP, klik tab Hardware, dan kemudian tombol Device Manager. Pada Windows 95, 98, dan Me, klik tab Device Manager.
4. Klik dua kali untuk kategori perangkat untuk mengaktifkan, dan double-klik perangkat.
5. Pada kotak Penggunaan Perangkat, pilih kotak centang untuk konfigurasi untuk perangkat diaktifkan.
6. Klik OK, kemudian klik Tutup.
7. Menutup Windows, dan restart komputer.
Jika ini tidak berhasil, coba hapus perangkat di Device Manager, kemudian kembali mendeteksi menggunakan wizard Add New Hardware.
Jika masalah berlanjut, cobalah boot bersih untuk menyingkirkan gangguan perangkat lunak.
Jika kesalahan berlanjut, hubungi produsen perangkat keras.
Kode 23: Kode ini berarti loader perangkat menunda dimulainya perangkat dan kemudian gagal untuk menginformasikan Windows ketika itu siap untuk memulai perangkat. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, memverifikasi pengaturan untuk adapter layar utama dalam sifat Tampilan. Coba hapus adapter tampilan primer dan sekunder dari Device Manager, dan kemudian restart untuk memungkinkan Windows untuk menghitung kembali perangkat tersebut. Pastikan bahwa driver saat ini dan dipasang dengan benar.
Untuk perangkat selain adapter layar, ikuti solusi yang disarankan.
Jika itu tidak berhasil, coba hapus perangkat dari Device Manager dan menggunakan wizard Add New Hardware untuk kembali mendeteksi perangkat.
Kode 24: Kode ini berarti bahwa perangkat tidak ditemukan (misalnya, hilang atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya). Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, ikuti solusi yang disarankan. Jika perangkat masih tidak bekerja, pastikan bahwa perangkat terhubung ke komputer dengan benar. Sebagai contoh, pastikan bahwa semua kabel terpasang dengan benar, atau bahwa kartu adapter benar duduk di slot mereka.
Kode 25: Masalah ini biasanya hanya ada pada sepatu pertama dan kedua setelah Windows Setup salinan semua file. Dengan demikian, jika kode ini diidentifikasi, kemungkinan instalasi lengkap. Untuk mengatasi masalah ini, ikuti solusi yang disarankan. Menginstal ulang Windows mungkin diperlukan, tergantung pada apakah atau tidak reboot menyelesaikan masalah.
Kode 26: Kode ini berarti perangkat tidak dimuat. Mungkin ada masalah pada driver perangkat atau tidak semua driver yang diinstal. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, ikuti solusi yang disarankan. Jika ini tidak berhasil, gunakan Device Manager untuk menghapus perangkat dan kemudian menjalankan alat Add New Hardware pada Control Panel. Jika kode kesalahan terus muncul, hubungi produsen perangkat keras atau Perpustakaan Software Microsoft untuk update driver.
Kode 27: Kode ini berarti bagian dari registri menggambarkan sumber daya yang mungkin untuk perangkat tidak berisi entri yang valid. Misalnya, perangkat ditandai sebagai dikonfigurasi, tetapi informasi konfigurasi dalam file inf. Diatur ke tertanam. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, gunakan Device Manager untuk menghapus perangkat kemudian menjalankan Hardware Wizard Add New di Control Panel. Jika perangkat masih tidak bekerja, hubungi produsen perangkat keras untuk update driver atau bantuan lebih lanjut.
Kode 28: Kode ini berarti perangkat tidak terpasang sepenuhnya. Untuk mengatasi masalah ini, ikuti solusi yang disarankan. Jika itu tidak berhasil, coba hapus perangkat dari Device Manager dan menggunakan wizard Add New Hardware untuk kembali mendeteksi itu. Mendapatkan driver diperbarui jika kesalahan masih terjadi.
Kode kesalahan Kesalahan deskripsi Disarankan resolusi
Kode 29: Kode ini berarti perangkat telah dinonaktifkan karena perangkat tidak bekerja dengan benar dan tidak dapat dibuat untuk bekerja dengan baik dengan Windows. Kode kesalahan ini dapat diselesaikan dengan mengaktifkan atau menonaktifkan perangkat di setting komputer CMOS. Windows tidak dapat mengesampingkan pengaturan ini. Silahkan hubungi produsen komputer untuk bantuan dengan menggunakan komputer program setup CMOS.
Kode 30: Kode ini berarti bahwa IRQ tidak bisa dibagi. Hal ini dapat terjadi ketika sebuah PCI / EISA SCSI controller berbagi IRQ yang juga digunakan oleh driver perangkat modus real bahwa Windows tidak dapat berubah. Untuk mengatasi hal ini kode kesalahan, menghapus driver modus real yang menggunakan IRQ yang sama dengan perangkat ini. Sopir modus real dapat memuat di Config.sys atau Autoexec.bat file.
Kode 31: Kode ini muncul ketika perangkat tergantung pada perangkat lain yang akan berfungsi dengan benar. Ini tidak termasuk perangkat yang disebutkan oleh perangkat orangtua. Tombol Properties menampilkan properti untuk perangkat lainnya. Kemungkinan besar, perangkat lain juga akan memiliki salah satu kode kesalahan Device Manager. Ikuti semua solusi yang disarankan. Jika perangkat masih tidak berhasil, lepaskan mereka dari Device Manager dan menggunakan wizard Add New Hardware untuk kembali mendeteksi mereka. Akhirnya, konsultasikan dengan produsen hardware untuk update driver.
Kode 32: Kode ini menunjukkan bahwa disk instalasi atau CD-ROM tidak tersedia untuk menginstal driver. Misalnya, CD-ROM drive atau koneksi jaringan tidak tersedia. Kesalahan ini biasanya terjadi selama reboot pertama atau kedua setelah semua file yang disalin selama penataan. Untuk mengatasi masalah ini, usaha pertama untuk memulai kembali seperti yang disarankan. Jika hal ini tidak menyelesaikan masalah, menentukan mengapa disk instalasi atau CD-ROM tidak tersedia.
Biasanya, perangkat ini juga memiliki kode Device Manager (seperti pengontrol CD-ROM atau adaptor jaringan).
Menyelesaikan masalah untuk mendapatkan akses ke disk instalasi atau CD-ROM sebelum menyelesaikan konflik ini.
Kode 33: Kode ini biasanya ditampilkan ketika hardware telah gagal. Konsultasikan dengan produsen perangkat keras yang terkena.



Pemecahan Masalah Manajer Perangkat di Win XP

Masalah Perangkat Konflik di Device Manager Cara Verifikasi Device Drivers Unsigned di Windows XP
Driver Verifier Troubleshoot Device Drivers di Win XP Deskripsi Umum Sharing IRQ pada Windows XP
CARA: Kelola Perangkat di Windows XP Konfigurasi Device Manager untuk Tampilan Informasi Detil
Pemecahan Add Hardware Wizard dan port COM COM Port Tidak Tersedia di Pelabuhan Daftar untuk Modem
CARA: Mencetak Laporan Device Manager pada Windows XP Konfigurasi Device Manager untuk Tampilan Informasi Detil
Perangkat Apakah Masih Tercantum dalam Device Manager Setelah Uninstall Gunakan Gulung Driver Kembali Kembalikan driver sebelumnya
Drive Surat Storage Device Baru Apakah Tidak Tampil Tidak dapat Mengubah pengaturan di Device Manager Sumber Daya

Bila Anda menggunakan Device Manager, Anda memiliki tampilan grafis dari perangkat keras yang diinstal pada komputer Anda. Anda dapat menggunakan Device Manager untuk mengubah cara hardware Anda dikonfigurasi, dan untuk mengubah cara Anda berinteraksi dengan perangkat keras Anda
komputer mikroprosesor.
Bila Anda menggunakan Device Manager, Anda dapat:
- Menentukan apakah perangkat keras pada komputer Anda bekerja dengan benar.
– Mengubah pengaturan konfigurasi hardware.
– Identifikasi driver perangkat yang dimuat untuk setiap perangkat dan memperoleh informasi tentang masing-masing device driver.
– Mengubah pengaturan lanjutan dan properti untuk perangkat.
– Instal driver perangkat diperbarui.
– Nonaktifkan, aktifkan, dan uninstall perangkat.
– Instal ulang versi sebelumnya dari sopir.
– Mengidentifikasi konflik perangkat dan secara manual mengkonfigurasi pengaturan sumber daya.
– Cetak ringkasan perangkat yang diinstal pada komputer Anda.
Biasanya, Device Manager digunakan untuk memeriksa status perangkat keras komputer dan driver update perangkat pada komputer. Jika Anda adalah pengguna advance, dan Anda memiliki pemahaman yang mendalam tentang perangkat keras komputer, Anda dapat menggunakan Perangkat Manajer
diagnostik fitur untuk menyelesaikan konflik perangkat, dan mengubah pengaturan sumber daya.
Untuk mengakses Device Manager, menggunakan salah satu metode berikut:

– Klik Start, klik Run, lalu ketik “devmgmt.msc” (tanpa tanda kutip).
– Klik kanan My Computer, klik Kelola, dan kemudian klik Device Manager.
– Klik kanan My Computer, klik Properties, klik tab Hardware, dan kemudian klik Device Manager.
– Ketik perintah berikut pada prompt perintah: start devmgmt.msc
Jika Anda ingin mengakses Device Manager pada komputer lokal atau remote:

1. Klik Mulai, klik Jalankan, kemudian ketik “mmc” (tanpa tanda kutip).
2. Klik Add / Remove Snap Dalam pada menu File (atau tekan CTRL + M), klik Add, dan kemudian klik Device Manager.
Bila Anda menggunakan prosedur ini, jalan pintas ke Device Manager dibuat yang dapat Anda gunakan untuk membuka Device Manager.
Untuk mengkonfigurasi Device Manager untuk menunjukkan rincian:

1. Klik Mulai, klik Jalankan, ketik: cmd.exe, dan kemudian tekan ENTER.
2. Type: set DEVMGR_SHOW_DETAILS = 1, dan kemudian tekan ENTER.
3. Type: start devmgmt.msc, kemudian tekan ENTER.
Dalam Device Manager properti untuk perangkat sekarang harus menyediakan Rincian tab yang berisi informasi tambahan tentang perangkat.
Anda dapat melihat tab Rincian untuk melihat informasi perangkat berikut:

Device ID Instance, Hardware ID, ID Kompatibel, Device ID Matching, Layanan, Enumerator, Kemampuan, Flags devnode, Flags Config, Flags CSConfig, Hubungan Ejection, Hubungan Removal, Hubungan Bus, Filter Perangkat Atas, Bawah Perangkat, Filter, Upper Filter Kelas , Kelas Bawah Filter, Installer Kelas, Kelas Coinstallers, Coinstallers Perangkat, Revisi Firmware, Negara Current Power, Kemampuan Power, Pemetaan Listrik Negara.
CATATAN: Tidak semua sifat ini akan diisi untuk perangkat tertentu. Dengan kata lain, meskipun semua sifat ini terdaftar, beberapa mungkin tidak mengandung informasi saat melihat perangkat tertentu.
Dalam Safe Mode, komputer tidak menjalankan driver display yang digunakan selama operasi normal, sehingga Anda perlu menggunakan Device Manager untuk menemukan, memperbarui, memutar kembali, atau uninstall driver display bukannya mengakses properti Display.
Untuk menemukan adaptor display yang digunakan dalam mode Normal:

1. Klik Mulai, arahkan ke Tataan, lalu klik Control Panel.
2. Klik dua kali Sistem, klik Hardware, dan kemudian klik Device Manager.
3. Klik SIGN PLUS untuk memperluas Adapter Tampilan.
Untuk menjalankan troubleshooter tampilan:

1. Ikuti langkah 1 sampai 3 untuk menemukan adaptor display.
2. Klik dua kali driver display.
3. Pada tab General, klik Troubleshoot.
Untuk melihat rincian driver, dan untuk memperbarui, memutar kembali, atau uninstall driver display:

1. Ikuti langkah 1 sampai 3 untuk menemukan adaptor display.
2. Klik dua kali driver display.
3. Pada tab Driver, klik tombol yang sesuai berdasarkan pada tindakan yang ingin Anda lakukan:
Sopir Detail
Update Driver
Gulung kembali driver
Uninstall
Hal ini tidak perlu untuk memulai komputer dalam Safe Mode untuk melakukan tugas-tugas yang tercantum dalam artikel ini.
Ketika Anda memulai komputer dalam mode Safe, layar resolusi dan warna sementara bisa berubah sedemikian rupa sehingga jendela dan ikon pada layar Anda menjadi sangat besar, yang dapat membuat sulit bagi beberapa jendela agar sesuai. Perilaku ini tergantung dari jenis adapter video yang Anda gunakan.
Catatan: Dalam modus Safe, jika Anda
1. Buka properti Display.
2. Klik Settings.
3. Klik Advanced.
4. Klik Adapter.
5. Klik Properties.
6. Klik Driver.
Anda mungkin melihat pilihan untuk menghentikan layanan VgaSave. Layanan VgaSave tidak boleh berhenti sementara komputer dalam mode Safe karena merupakan komponen yang memungkinkan Windows untuk menampilkan layar.
Roll Back fitur driver memungkinkan Anda untuk mengganti device driver dengan menggunakan versi yang diinstal sebelumnya. Anda dapat menggunakan fitur ini jika Anda telah menginstal driver perangkat baru yang menyebabkan komputer Anda menjadi tidak stabil. Bila Anda menggunakan fitur Roll Back Driver, Anda dapat mengembalikan (atau kembali roll) driver perangkat sebelumnya, dan terus menggunakan komputer.
Untuk menggunakan fitur ini, ikuti langkah berikut:
1. Mulai Device Manager.
2. Klik dua kali perangkat yang Anda ingin mengembalikan driver.
3. Klik tab Driver, lalu klik tombol Roll Back Driver.
Jika komputer yang Anda gunakan tidak mengandung prosesor yang dijelaskan di bagian “Ringkasan” dari artikel ini, atau jika Anda BIOS adalah up to date dengan microcode Intel terbaru, perangkat Pembaruan Microcode tidak dimulai, perangkat dibongkar untuk membebaskan sumber daya. Device Manager menandai perangkat dengan pesan 24 kode status:
Perangkat ini tidak hadir, tidak berfungsi sebagaimana mestinya, atau tidak memiliki semua driver yang diinstal.
Jika microcode pada komputer Anda saat ini, driver yang dibongkar oleh desain. Dalam kasus ini, kode 24 pesan status yang diharapkan, dan tidak menunjukkan adanya masalah. Perangkat ini ditandai sebagai tersembunyi dan tidak terlihat secara default. Oleh karena itu, ketika kode 24 pesan status terjadi, pesan ini tidak ditampilkan saat Anda menggunakan konfigurasi default.
Hal ini menjelaskan langkah-langkah yang diperlukan untuk menambah Original Equipment Manufacturer (OEM) yang disediakan driver untuk instalasi Windows. Artikel ini hanya mencakup driver yang biasanya dipasang pada antarmuka pengguna grafis (GUI)-modus Setup atau kirim Setup dengan Plug normal dan pencacahan Play. Hal ini memungkinkan Anda untuk pra-beban OEM Plug and driver Bermain yang dapat Anda gunakan di lain waktu ketika perangkat keras yang terkait diperkenalkan dalam sistem.
Ini menjelaskan cara menambahkan Plug and Play OEM driver dalam situasi berikut:
- Pengaturan Unattended
– Pengaturan Sysprep
– Instalasi Remote Service (RIS) instalasi
– RIPREP gambar
– Ada instalasi Windows
Jika Anda perlu menambahkan OEM disediakan perangkat penyimpanan massal selama penataan mode teks, silakan lihat artikel Basis Pengetahuan Microsoft berikut:
Q220845 Menambahkan pembalap ketiga-Pihak atau Diperbarui Selama Penataan Windows XP
Q225125 Terbatas OEM Driver Support dengan F6 Selama Penataan Windows XP
Driver yang diinstal pada bagian “Instalasi Perangkat” dari GUI-modus Setup harus ditemukan di lokasi tertentu. Pada titik ini, Setup menginstal perangkat yang menggunakan Plug dan ID Putar yang telah disebutkan oleh Plug Windows dan Play. Pengaturan mencari jalur yang telah ditentukan pada drive, mencari di file inf untuk menemukan yang paling cocok untuk Plug and Play ID perangkat.. Jalur ini didefinisikan di lokasi registri berikut dan set ke% SystemRoot% \ Inf secara default:
HKEY_LOCAL_MACHINE \ Software \ Microsoft \ Windows \ CurrentVersion \ DevicePath: REG_EXPAND_SZ:% SystemRoot% \ Inf
Pengaturan menggunakan jalan ini untuk mencari. File inf untuk instalasi perangkat. Setelah Setup, jalan ini juga digunakan untuk perangkat keras baru ditemukan dan diinstal. Jika Anda mengubah kunci ini selama penataan menggunakan file jawaban Sysprep.inf atau Unattended, nilai tersebut disimpan dan juga digunakan setelah Setup. Informasi lebih rinci di sini .
Jika Anda menonaktifkan port COM di Device Manager dan kemudian menjalankan fitur deteksi otomatis untuk pertama kalinya dengan menggunakan Add Hardware Wizard, port COM cacat terdeteksi sebagai perangkat keras baru. Masalah ini terjadi jika komputer Anda menggunakan
Lanjutan Konfigurasi dan Power Interface (ACPI).
Karena berbagai jenis implementasi port COM pada komputer yang ada, Windows harus menghitung port COM dalam berbagai cara untuk alasan kompatibilitas. Windows harus memeriksa perangkat COM port untuk duplikat untuk menghindari konflik dengan
perangkat lain.
Jika Anda menonaktifkan port COM ACPI di Device Manager, Windows tidak dapat mendeteksi konflik sumber daya, port COM dianggap sebagai perangkat keras baru ketika Anda menjalankan Add Hardware Wizard.
Masalah ini biasanya tidak terjadi sampai Anda reboot komputer. Untuk menghindari masalah ini, jangan klik Install Pelabuhan Komunikasi ketika port COM yang terdeteksi oleh Add Hardware Wizard. Jika Anda menginstal pelabuhan, tambahan
COM port yang salah ditambahkan dalam Device Manager.
Untuk menghapus port COM yang salah dalam Device Manager, menghapus dalam Device Manager semua port COM yang tidak aktif. Ketika Anda memulai komputer Anda berikutnya, port COM yang terdeteksi dengan benar.
Ketika Anda menggunakan Add Hardware Wizard untuk menginstal modem baru, Anda mungkin menemukan bahwa salah satu port COM Anda tidak ada dalam daftar port COM yang tersedia. Perilaku ini dapat terjadi jika program lain atau layanan yang memegang bahwa COM port terbuka. Untuk mengatasi perilaku ini, keluar dari program atau layanan yang memegang COM port terbuka, dan kemudian jalankan Add Hardware Wizard lagi.
Setiap kali Anda me-restart komputer Anda, Wizard Hardware baru dapat mendeteksi printer Anda diinstal sebelumnya, meskipun bukan merupakan printer yang baru diinstal. Masalah ini dapat terjadi ketika driver printer awalnya diinstal. Instalasi program printer dari produsen tidak memungkinkan New Hardware Wizard untuk menyelesaikan deteksi dari printer yang baru diinstal. Untuk mengatasi masalah ini, memungkinkan New Hardware Wizard untuk menyelesaikan, meskipun wizard tidak dapat mendeteksi printer baru.
Anda SCSI scanner dapat disebutkan beberapa kali dan beberapa contoh dari scanner Anda mungkin muncul di Device Manager.
Masalah ini dapat terjadi jika scanner Anda melaporkan Bilangan Satuan beberapa Logical (LUN) atau ID target ketika disebutkan oleh adapter SCSI Anda.
Untuk mengatasi masalah ini:
1. Gunakan editor teks (seperti Notepad) untuk membuka berkas Setupapi.log yang terletak di folder Windows.
2. Pada menu Edit, klik Cari, ketik “SCSI \ Scanner” (tanpa tanda kutip), dan kemudian klik Find Next untuk mencari
hardware ID untuk scanner Anda.
3. Perhatikan ID perangkat keras pemindai Anda. ID perangkat keras yang akan digunakan untuk kunci registri baru kemudian dalam prosedur ini akan
data yang segera mengikuti “SCSI \”, hingga koma pertama (,), dan tidak termasuk barang-barang ini. Untuk yang terbaik, copy hasil
data ini ke clipboard sehingga Anda dapat tempel nanti. Misalnya, Anda akan menyalin data sebagai berikut:
Scanneragfa____arcus_ii________
4. Start Registry Editor (Regedit.exe), kemudian cari dan klik kunci berikut dalam registri:
HKEY_LOCAL_MACHINE \ SYSTEM \ CurrentControlSet \ Control \ ScsiPort \ SpecialTargetList
5. Pada menu Edit, klik Add Key, dan kemudian mengubah nama dengan nilai registri berikut:

Nama kunci: hardware ID dari scanner Anda bahwa Anda disalin pada langkah 3.
6. Pada menu Edit, klik Tambah Nilai, dan kemudian menambahkan nilai registri berikut:
Nilai Nama: SetLunInCdb
Tipe data: REG_DWORD
Radix: Heksadesimal
Nilai data: 1
7. Keluar dari Registry Editor, dan kemudian restart komputer Anda.
Beberapa scanner yang menunjukkan perilaku ini diidentifikasi pada saat Windows XP pengujian Beta, dan ini sudah tercantum dalam kunci SpecialTargetList dalam registri.